Selasa, 11 Februari 2025

PENGERTIAN, IDE, DAN PELUANG USAHA MAKANAN INTERNASIONAL

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi di dunia.

Keadaan ini dapat menyebabkan peluang usaha pengolahan makanan semakin berkembang seiring perkembangan jaman. Berbagai jenis makanan baik yang bersumber dari bahan nabati maupun hewani dapat dikembangkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

Bahan pangan nabati adalah bahan- bahan makanan yang berasal dari tanaman (bisa berupa akar, batang, dahan, daun, bunga, buah atau beberapa bagian dari tanaman bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan yang diolah dari bahan dasar dari tanaman. Contohnya: kedelai, gandum, kacang-kacangan, tahu, tempe, sayur – sayuran. Sedangkan, bahan pangan hewani adalah semua bahan makanan yang berasal dari hewan, meliputi daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, daging rusa), daging (daging ayam, daging bebek), seafood, serta telur dan susu. Semua jenis bahan makanan tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh kita dengan jumlah yang berimbang. Bahan makanan tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam jenis masakan khas di suatu daerah negara asalnya.

Pada awalnya berbagai jenis masakan tersebut hanya bisa dinikmati di suatu daerah negara asalnya. Namun, berkat kemajuan teknologi, manusia tidak lagi hanya beraktivitas hanya di satu wilayah saja. Seringkali mereka harus melakukan aktivitas di luar daerah asalnya sehingga timbullah interaksi antar daerah bahkan antar negara.

Demikian juga dengan masakan khas dari suatu negara. Para pelaku perjalanan seringkali membawa masakan asal daerahnya ke tempatnya yang baru. Di Indonesia, banyaknya turis-turis yang dari manca negara menyebabkan saat ini kita bisa menikmati berbagai jenis masakan yang berasal dari negara lain atau dapat menciptakan peluang yang sangat besar untuk membuat usaha makanan internasional. Banyak jenis makanan internasional yang dapat kita jadikan peluang usaha. Indonesia kaya akan berbagai jenis bahan pangan, baik nabati maupun hewani.

Makanan khas internasional adalah makanan yang biasa di konsumsi di suatu negara, namun dapat dijumpai di negara lain. Makanan yang dibuat biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya. Makanan khas tersebut juga bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan masyarakat setempat, sehingga menjadi jenis masakan baru.

Bagi warga negara yang hidup di negara lain tentu akan merindukan masakan khas negaranya dan menginginkan dapat menikmati di tempat tinggal mereka saat ini.

Demikian juga penduduk aslinya, mereka juga memiliki rasa ingin tahu serta dapat menikmati masakan dari negara lain tersebut. Hal ini berpotensi membuka peluang usaha makanan dibidang pengolahan, khususnya makanan internasional. Para pelaku usaha dapat membuka café, rumah makan, ataupun restoran khusus makanan internasional.

Jenis Makanan Internasional

1. Makanan Kontinental

a. Ciri Umum Makanan Kontinental

1) Eropa Selatan

Biasanya ciri-ciri makanan yang berasal dari Eropa selatan memiliki citarasa bumbu yang tajam.

Misalnya dalam suatu hidangan, makanan tersebut menonjolkan beberapa rempah berjenis lada, pala, dan kayu manis.

2) Eropa Barat

Negara-negara Eropa barat seperti Swiss, Jerman, Prancis, dan Belgia lebih sering menonjolkan bumbu merica dan garam.

3) Eropa Timur

Masih dari benua Eropa. Eropa Timur terkenal dengan ketajaman bumbu masaknya. Biasanya negara Rumania, Romawi, Yunani, Hungaria, dan Ceko selalu memperlihatkan jenis makanan dengan banyak rempah di dalamnya.

b. Contoh makanan kontinental yang berasal dari Eropa.

1) Seafood Paella

Berasal dari Spanyol. Seafood Paella merupakan sebuah sajian berbahan dasar nasi yang dimasak bersamaan dengan seafood. Makanan ini dibumbui dengan rosemary atau saffron. Adapun jenis beras yang digunakan untuk membuat makanan ini yaitu beras yang berasal dari Calaspara.

2) Pickle Herring

Makanan dengan asal negara Denmark ini menggunakan konsep sajian ikan. Sebenarnya Pickle Herring merupakan ikan herring yang diasamkan yang lumrah disajikan bersama roti, kentang, dan telur rebus.

3) Beef Bourguignon

Makanan yang berbahan dasar daging yang sangat lembut dan berasal dari negara Prancis. Dalam hidangannya, daging dimasak dengan campuran bawang bombay, bawang putih, daun-daunan rempah Prancis, serta red wine. Beef Bourguignon dimasak sampai airnya habis.

4) Kottbullar

Hidangan kottbullar merupakan bakso swedia dimana bahan dasar pembuatan baksonya menggunakan daging sapi. Daging sapi akan dicincang atau juga digiling kemudian dibentuk seperti bola pingpong.

Umumnya, makanan kontinental menggunakan kentang sebagai pengganti karbohidrat dan disajikan dengan porsi lebih sedikit daripada protein hewani. Dalam restoran-restoran yang mengadakan menu makanan kontinental, biasanya akan menghidangkan secara bergilir.

Termasuk alat makan, setiap makanan menggunakan alat makan yang berbeda pula. Makanan kontinental selalu menyuguhkan konsep plating yang baik.

2. Makanan Oriental

Makanan oriental merupakan makanan dari Benua Asia yang sangat kaya akan rempah-rempah yang menonjol serta variasi yang sangat unik. Makanan oriental ini terdiri dari negara India, China, Jepang, dan Korea serta Asia Tenggara termasuk Indonesia yang dikaitkan dengan budaya dan tradisi sejarah yang sangat menonjol. Jenis bahan pangan yang membentuk makanan yang sangat khas dari berbagai negara Asia ini termasuk cara pengolahan, bagaimana menghidangkan dan kebiasaan makan sesuai dengan tradisi dari masing-masing negara. Berikut contoh makanan oriental:

1) Bebek Peking

Bebek peking adalah daging bebek pilihan yang direndam terlebih dahulu pada cairan bumbu cabai yang disebut gochujang. Menu makanan bebek peking berasal dari negara Tiongkok, yang disajikan dalam irisan potongan daging bebek dengan saus tiram.

2) Hokkien Prawn Mee

Makanan oriental ini merupakan menu favorit dari masyarakat Singapura, yang berupa mie kuning dan bihun yang digoreng. Dengan tambahan bahan-bahan seperti bawang putih, telur, udang, cumi, taoge, dan kecap asin. Makanan ini menjadi salah satu makanan oriental favorit di negara

Singapura, ternyata Hokkien Prawn Mee berasal dari negara Tiongkok.

3) Nasi Ayam Hainan

Mungkin kalau masakan oriental ini pasti pernah kalian cicipi. Sebab, nasi ayam Hainan merupakan menu makanan yang banyak sekali kita jumpai di restoran-restoran yang menyajikan masakan oriental. Makanan asal Tiongkok ini sudah menyebar luas hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

4) Beef Bulgogi Bowl

Beef Bulgogi adalah jenis makanan oriental dari Korea Selatan, yang terdiri daging sapi sirloin atau bagian daging sapi pilihan.

5) Pad Thai

Pad Thai berasal dari Thailand, yang memang dikenal memiliki kemiripan kuliner atau makanan dengan Indonesia.

6) Roti Canai

Roti canai sangat populer di negara Malaysia.

7) Capcay

Capcay di Tiongkok, dikenal sebagai makanan oriental murahan namun hal tersebut berbeda di Indonesia. Di mana, hampir semua restoran Chinese food di Indonesia, pasti akan menyajikan menu makanan ini.

8) Fu Y ung Hai

Jenis makanan ini berbahan seperti telur, sayuran, udang ataupun ayam, dan dicampuri tepung, lalu diaduk-aduk hingga merata dengan air.

Ide dan Peluang Usaha

Ada beragam cara, media, dan tempat untuk menggali sebuah celah usaha yang profitable. Berikut ini 8 cara untuk menggali ide-ide peluang bisnis, yaitu:

1. Memanfaatkan internet maupun media elektronik lainnya untuk memperoleh informasi untuk membangun bisnis. Untuk saat ini internet merupakan jalan termudah menggali dan menemukan ide-ide usaha yang mungkin belum kita ketahui selama ini.

2. Baca buku, majalah, koran atau media cetak lainnya terkait bisnis sebagai sumber informasi yang dapat membantu kita untuk menentukan ide peluang usaha.

3. Ikuti seminar bisnis dan kewirausahaan. Melalui seminar tersebut kita akan mendapat ilmu dari narasumber yang berpengalaman.

4. Aktif bergabung di komunitas bisnis baik offline maupun online. Melalui komunitas tersebut, kita akan berpeluang masuk ke dalam jaringan relasi dan pertemanan para wirausahawan yang akan membantu dalam menggali potensi bisnis dalam diri kita.

5. Mengunjungi tempat pameran kewirausahaan. Berbagai produk baru maupun bisnis baru sering dipertontonkan dalam sebuah pameran.

6. Melakukan wawancara dengan para pelaku usaha pengolahan makanan yang sudah berpengalaman dan berhasil dalam membangun bisnisnya.

7. Mengunjungi pusat–pusat bisnis dengan tujuan untuk melakukan survey langsung terhadap kegiatan usaha khususnya berkaitan dengan pengolahan makanan.

8. Mengamati lingkungan sekitar kita. Apa saja kebutuhan orang–orang yang bisa menjadi peluang usaha pengolahan makanan

Dengan demikian, teknik di atas kemungkinan dapat menentukan ide peluang usaha. Setelah memiliki ide peluang usaha pengolahan makanan internasional, kalian perlu menganalisis ide peluang usaha tersebut.

Analisis suatu ide peluang usaha sangat diperlukan untuk mencari dan melaksanakan kegiatan usaha yang menguntungkan.

Rencana dalam berwirausaha perlu dianalisis untuk mengenali peluang usaha, kekuatan usaha yang akan dijalani, kelemahan–kelemahan yang mungkin akan dihadapi, maupun persaingan usaha dalam bidang yang sama.

Analisis Usaha

Analisis usaha ini juga dapat digunakan untuk mencari strategi alternatif dalam bidang pengolahan, pemasaran, pengendalian usaha, dan sebagainya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita membuka usaha pengolahan makanan internasional:

1. Tentukan jenis makanan internasional yang akan dibuat

Jenis makanan internasional yang akan dibuat, disesuaikan peluang usaha seperti banyaknya konsumen yang diperkirakan ada di sekitar tempat usaha, ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan, dan sebagainya.

2. Mengolah makanan dengan tepat

Cara pengolahan yang tepat akan menghasilkan citarasa yang khas dan tetap memenuhi nilai gizi yang seimbang. Terdapat beberapa cara pengolahan makanan, seperti: cara dikukus, direbus, dibakar, dipanggang, dan digoreng.

3. Gunakan bumbu yang tepat

Beberapa jenis makanan internasional bisa diolah menggunakan bumbu asli dari negara asalnya dan bisa dimodifikasi sesuai dengan lidah masyarakat yang akan mengolahnya, seperti spaghetti dari Italia.

Bumbu asli spaghetti cenderung berasa asin, khas saus spagettinya. Jika ingin dimodifikasi menjadi citarasa seperti masakan khas di Indonesia, spaghetti tersebut bisa diberi bumbu rendang.

4. Carilah lokasi yang tepat

Dalam memilih lokasi usaha, pilihlah lokasi usaha yang strategis yang mempermudah calon pembeli datang ke warung makan atau restoran. Usahakan lokasi tempat usaha terlihat dengan jelas, mudah untuk dicapai dengan transportasi umum dan memiliki lokasi parkir yang memadai.

5. Tentukan harga yang bersaing

Ketika memulai usaha, sebaiknya tidak mamasang tarif yang terlalu mahal. Berikan harga promo di minggu-minggu atau bulan-bulan awal atau strategi promosi lainnya sehingga akan banyak pengunjung untuk datang ke warung yang baru dibuka.

6. Berikan pelayanan prima

Berikan pelayanan yang berkualitas baik, misalnya melayani dengan cepat, cekatan, dan ramah. Hal ini akan membuat pelanggan merasa puas dan akan selalu ingat.

7. Konsisten dalam pelayanan

Buka dan tutuplah warung dengan jadwal yang tetap. Jika ada perubahan jadwal berilah pemberitahuan sebelumnya, sehingga pelanggan tidak merasa kecewa karena datang ke warung yang tutup.

Konsistensi dalam kualitas melayani pelanggan, menjaga kebersihan, dan menjaga kualitas rasa sangat dibutuhkan dalam usaha makanan Internasional yang baru dibuka sehingga disenangi pembeli.

Latihan Soal

1. Jelaskan tentang makanan internasional? Berikan 5 contoh!

2. Sebutkan sumber makanan hewani dan sumber makanan nabati!

3. Apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan ide peluang usaha!

4. Mengapa kita harus melakukan analisis terhadap ide peluang usaha?

5. Sebutkan hal – hal yang harus diperhatikan ketika menganalisis suatu ide peluang usaha!

Senin, 07 Oktober 2024

SOAL ESSAY/URAIAN MATA PELAJARAN PRAKARYA BUDIDAYA KELAS X SMA

 Kerjakan soal essay berikut ini, dengan menjawab secara jelas sesuai pertanyaan yang diberikan!


  1. Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Sedangkan Inovatif yang dimaksudkan dalam penjelasan diatas adalah…


  1. Pemilihan lahan sangat menentukan tingkat keberhasilan dari usaha budidaya tanaman pangan yang dilakukan. Akibatnya, harus dilakukan pemilihan lahan dengan baik, sejak awal sebelum usaha tersebut dimulai. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lahan.


  1. Jenis benih juga sangat menentukan kualitas dan produktivitas dari usaha budidaya tanaman pangan yang dilakukan. Dengan demikian ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan kualitas dan produktivitas dari usaha budidaya tanaman pangan. Jelaskan 4 hal penting tersebut!


  1. Setiap budi daya tanaman pangan hendaknya didukung dengan penyediaan air sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Air hendaknya dapat disediakan sepanjang tahun, baik bersumber dari air hujan, air tanah, air embun, tandon, bendungan ataupun sistem irigasi/pengairan. Apa sajakah hal-hal yang perlu diperhatikan agar irigasi memenuhi dalam pengolahan budidaya tanaman pangan?


  1. Pengolahan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan sampai siap ditanami. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul lalu dihaluskan hingga gembur. Pembajakan dapat dilakukan dengan cara tradisional ataupun mekanisasi. Meliputi apa sajakah standar penyiapan lahan? Jelaskan minimal 3!


  1. Benih yang akan ditanam sudah disiapkan sebelumnya. Umumnya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului dengan penyemaian, kecuali untuk budidaya padi di lahan sawah. Pilihlah benih yang memiliki vigor (sifat-sifat benih) baik serta tanam sesuai dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap jenis tanaman pangan. Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubangan pada tanah) sesuai jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap tanaman. Bagaimanakah standar penanaman yang baik itu!


  1. Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan dilakukan setelah benih ditanam. Pupuk dapat diberikan sekaligus pada saat tanam atau sebagian diberikan saat tanam dan sebagian lagi pada beberapa minggu setelah tanam. Oleh karena itu, pemupukan harus dilakukan dengan tepat baik cara, jenis, dosis dan waktu aplikasi. Standar pemupukan yang baik adalah…


  1. Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, dan pembumbunan. Penyiraman dilakukan untuk menjaga agar tanah tetap lembab. Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau tumbuh tidak normal. Pembumbunan dilakukan untuk menutup pangkal batang dengan tanah. Mengapa kegiatan pemeliharaan perlu dilakukan dalam budidaya tanaman?


  1. Pengendalian OPT (Organisme pengganggu tanaman) harus disesuaikan dengan tingkat serangan. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida. Jika menggunakan pestisida, harus dilakukan dengan tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi), serta tepat cara dan alat aplikasi. Penggunaan pestisida harus diusahakan untuk memperoleh manfaat yang sebesarnya dengan dampak sekecil-kecilnya. Jelaskan penggunaan pestisida yang sesuai standar!


  1. Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan. Setelah panen, hasil panen akan memasuki tahapan pascapanen. Apa sajakah yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan panen?













JAWABAN SOAL ESSAY/URAIAN


  1. Inovatif berarti memperbaiki, memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada.


  1. 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lahan: Pemilihan Lokasi, riwayat lokasi diketahui, pemetaan lahan, kesuburan lahan, saluran drainase atau saluran air, konservasi lahan.


  1. 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan kualitas dan produktivitas dari usaha budidaya tanaman pangan :

(1) Varietas yang dipilih untuk ditanam, yaitu varietas unggul atau varietas yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian.

(2) Benih atau bahan tanaman disesuaikan dengan agroekosistem budidayanya serta memiliki sertifikat dan label yang jelas (jelas nama varietasnya, daya tumbuh, tempat asal dan tanggal kedaluwarsa), serta berasal dari perusahaan/penangkar yang terdaftar. 

(3) Benih atau bahan tanaman harus sehat, memiliki vigor yang baik, tidak membawa dan atau menularkan organisme pengganggu tanaman (OPT) di lokasi usaha produksi.

(4) Apabila diperlukan, sebelum ditanam, diberikan perlakuan (seed treatment).


  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Irigasi pada pengolahan budidaya tanaman pangan adalah Air yang digunakan untuk irigasi memenuhi baku mutu air irigasi, dan tidak menggunakan air limbah berbahaya. Air yang digunakan untuk proses pascapanen dan pengolahan hasil tanaman pangan memenuhi baku mutu air yang sehat. Pemberian air untuk tanaman pangan dilakukan secara efektif, efisien, hemat air dan manfaat optimal. Apabila air irigasi tidak mencukupi kebutuhan tanaman guna pertumbuhan optimal, harus diberikan tambahan air dengan berbagai teknik irigasi. Penggunaan air pengairan tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat di sekitarnya dan mengacu pada peraturan yang ada.


  1. Standar penyiapan lahan adalah sebagai berikut:

  • Lahan petani yang digunakan harus bebas dari pencemaran limbah beracun.

  • Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan baik agar struktur tanah menjadi gembur dan beraerasi baik sehingga perakaran dapat berkembang secara optimal.

  • Penyiapan lahan harus menghindarkan terjadinya erosi permukaan tanah, kelongsoran tanah, dan atau kerusakan sumber daya lahan.

  • Penyiapan lahan merupakan bagian integral dari upaya pelestarian sumber daya lahan dan sekaligus sebagai tindakan sanitasi dan penyehatan lahan.

  • Apabila diperlukan, penyiapan lahan disertai dengan pengapuran, penambahan bahan organik, pembenahan tanah (soil amelioration), dan atau teknik perbaikan kesuburan tanah.

  • Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan alat mesin pertanian.


  1. Standar penanaman yang baik itu:

  • Penanaman benih atau bahan tanaman dilakukan dengan mengikuti teknik budi daya yang dianjurkan dalam hal jarak tanam dan kebutuhan benih per hektar yang disesuaikan dengan persyaratan spesifik bagi setiap jenis tanaman, varietas, dan tujuan penanaman.

  • Penanaman dilakukan pada musim tanam yang tepat atau sesuai dengan jadwal tanam dalam manajemen produksi tanaman yang bersangkutan.

  • Pada saat penanaman, diantisipasi agar tanaman tidak menderita cekaman kekeringan, kebanjiran, tergenang, atau cekaman faktor abiotik lainnya.

  • Untuk menghindari serangan OPT pada daerah endemis dan eksplosif, benih atau bahan tanaman dapat diberi perlakuan yang sesuai sebelum ditanam.

  • Dilakukan pencatatan tanggal penanaman pada buku kerja, guna memudahkan jadwal pemeliharaan, penyulaman, pemanenan, dan hal-hal lainnya. Apabila benih memiliki label, maka label harus disimpan.


  1. Standar pemupukan yang baik adalah:

  • Tepat waktu, yaitu diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, stadia tumbuh tanaman, serta kondisi lapangan yang tepat.

  • Tepat dosis, yaitu Jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran/ rekomendasi spesifik lokasi.

  • Tepat cara aplikasi, yaitu disesuaikan dengan jenis pupuk, tanaman dan kondisi lapangan.


  1. Kegiatan pemeliharaan tanaman perlu dilakukan agar:

  • Tanaman pangan harus dipelihara sesuai karakteristik dan kebutuhan spesifik tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi optimal serta menghasilkan produk pangan bermutu tinggi.

  • Tanaman harus dijaga agar terlindung dari gangguan hewan ternak, binatang liar dan/atau hewan lainnya.


  1. penggunaan pestisida yang sesuai standar adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan pestisida memenuhi 6 (enam) kriteria tepat serta memenuhi ketentuan baku lainnya sesuai dengan "Pedoman Umum Penggunaan Pestisida", yaitu: tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi), serta tepat cara dan alat aplikasi.

  • Penggunaan pestisida diupayakan seminimal mungkin meninggalkan residu pada hasil panen, sesuai dengan "Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian Nomor 881/Menkes/SKB/VIII/1996 dan 771/Kpts/TP.270/8/1996 tentang Batas Maksimum Residu Pestisida Pada Hasil Pertanian".

  • Mengutamakan penggunaan pestisida hayati, pestisida yang mudah terurai dan pestisida yang tidak meninggalkan residu pada hasil panen, serta pestisida yang kurang berbahaya terhadap manusia dan ramah lingkungan.

  • Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap

  • kesehatan pekerja (misalnya dengan menggunakan pakaian perlindungan) atau aplikator pestisida. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap dan biota air.

  • lingkungan hidup terutama terhadap biota tanah Tata cara aplikasi pestisida harus mengikuti aturan yang tertera pada label.

  • Pestisida yang residunya berbahaya bagi manusia tidak boleh diaplikasikan menjelang panen dan saat panen.


  1. Yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan panen adalah sebagai berikut:

  • Pemanenan harus dilakukan pada umur/waktu yang tepat sehingga mutu hasil produk tanaman pangan dapat optimal pada saat dikonsumsi.

  • Penentuan saat panen yang tepat untuk setiap komoditi tanaman pangan mengikuti standar yang berlaku.

  • Cara pemanenan tanaman pangan harus sesuai dengan teknik dan anjuran baku untuk setiap jenis tanaman sehingga diperoleh mutu hasil panen yang tinggi, tidak rusak, tetap segar dalam waktu lama, dan meminimalkan tingkat kehilangan hasil.

  • Panen bisa dilakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian.

  • Kemasan (wadah) yang akan digunakan harus disimpan (diletakkan) di tempat yang aman untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

Kamis, 26 September 2024

PERENCANAAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN (PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN - BUDIDAYA)

Gambar: Petani menanam padi di sawah

Perencanaan budi daya tanaman pangan meliputi: 

1. Persiapan Lahan

Kegiatan budi daya tanaman pangan dapat dilakukan di lahan sawah, lahan kering atau tegalan. Kadang-kadang dilakukan di lahan sawah di antara dua musim tanam padi sebagai tanaman sela. Pemilihan lahan disesuaikan dengan jenis tanaman pangan yang akan dibudidayakan.

Kegiatan persiapan lahan diantaranya dapat dilakukan dengan cara:

  • Pembersihan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.

  • Penggemburan tanah dan pembuatan saluran irigasi jika diperlukan.

  • Pengapuran atau pemupukan tanah untuk meningkatkan kesuburan.


2. Pemilihan Benih

Memilih varietas padi yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan lokal. Proses pemilihan varietas tidak hanya fokus pada potensi hasil, tetapi juga pada kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi lokal seperti iklim, kualitas tanah, dan ketersediaan air.

Bibit yang tepat dapat meningkatkan resistensi terhadap hama dan penyakit, serta mengurangi kebutuhan akan penggunaan pestisida dan pupuk kimia.


3. Penyemaian

Penyemaian merupakan kegiatan Menyemaikan benih padi di lahan yang telah disiapkan dengan jarak tertentu.

Penentuan jarak tanam yang optimal esensial untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan memastikan distribusi nutrisi yang merata


4. Perawatan Tanaman

Dalam kegiatan perawatan tanaman, petani akan Memberikan air secara teratur dengan menggunakan sistem irigasi.

Memberikan pupuk jika dibutuhkan.

Serta Melakukan pengendalian hama dan penyakit.


5. Pemanenan

Memanen padi dilakukan saat tanaman sudah matang dan bulir padi telah mengeras. Biasanya, padi dipanen dengan cara dipotong dan dikumpulkan.

Pada tahap ini, penting untuk memperhatikan waktu dan teknik pemanenan yang tepat agar kualitas produk tetap terjaga. Beberapa aspek penting dalam tahapan pemanenan:


  • Waktu panen: Pemanenan harus dilakukan pada saat tanaman telah mencapai kematangan optimal.

  • Teknik panen: Teknik pemanenan harus sesuai dengan jenis tanaman. Ada yang dilakukan dengan cara dipotong, dicabut, atau dipetik.

  • Kondisi lingkungan: Panen biasanya dilakukan pada pagi hari untuk menghindari suhu yang terlalu tinggi dan kelembaban yang berlebihan, yang dapat mempengaruhi kualitas hasil panen.


6. Pengeringan

Setelah dipanen, hasil tanaman pangan seperti padi, jagung, atau kacang-kacangan perlu dikeringkan untuk menurunkan kadar air sehingga bisa disimpan lebih lama tanpa mudah membusuk atau terkena jamur. Pengeringan juga bertujuan menjaga kualitas produk, seperti rasa, warna, dan kandungan nutrisi.


Beberapa teknik pengeringan yang umum dilakukan:

  • Pengeringan alami: Pengeringan di bawah sinar matahari (penjemuran) adalah metode yang paling tradisional dan umum. Biasanya dilakukan di tempat terbuka dengan alas terpal atau tikar untuk menghindari kontak langsung dengan tanah.

  • Pengeringan buatan: Jika kondisi cuaca tidak mendukung, atau jika volume panen terlalu besar, petani sering menggunakan alat pengering (dryer). Pengering buatan menggunakan udara panas dari mesin untuk mempercepat proses pengeringan.

  • Pengontrolan kadar air: Kadar air yang optimal berbeda tergantung jenis tanaman pangan. Misalnya, padi harus dikeringkan hingga kadar air sekitar 14% untuk penyimpanan jangka panjang.


7. Pemrosesan

Menggiling gabah (kulit padi) untuk mendapatkan beras merupakan proses penting yang memisahkan sekam dari biji padi

Menghasilkan beras yang siap untuk diolah dan dikonsumsi, di mana efisiensi dan kehalusan proses penggilingan sangat mempengaruhi kualitas akhir beras.


8. Penyimpanan

Menyimpan beras dalam kondisi yang sesuai untuk mencegah kerusakan melibatkan pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat.

Serta penggunaan wadah kedap udara untuk menghindari kontaminasi dan serangan hama, memastikan kualitas dan kesegaran beras terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama.


9. Pemasaran

Memasarkan beras ke konsumen atau pasar melibatkan strategi distribusi yang efisien serta penerapan teknik pemasaran yang efektif untuk menjangkau berbagai segmen pasar, termasuk pasar lokal hingga internasional.


10. Perencanaan Musim Selanjutnya

Merencanakan musim tanam berikutnya dengan mempertimbangkan faktor-faktor cuaca dan lingkungan memerlukan analisis data cuaca historis dan prediksi iklim mendatang, serta penyesuaian jenis tanaman dan teknik budidaya untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan hasil panen.



Setiap budidaya tanaman harus didahului dengan membuat perencanaan budidaya, sehingga diharapkan akan memperoleh hasil budi daya yang optimal. Dalam membuat rencana budidaya, sebaiknya memperhatikan jenis tanaman dan musim tanam sehingga perlu menentukan jenis tanaman dan musim tanam yang tepat.


Perencanaan budidaya tanaman pangan meliputi: 

  1. Perencanaan Budidaya Tanaman Pangan 

Kegiatan budi daya tanaman pangan merupakan kegiatan yang membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama jika kegiatan budidaya dilakukan menggunakan peralatan budidaya sederhana, seperti garpu, cangkul, kored/sabit kecil, sabit dan tugal. Kebutuhan tenaga kerja akan berkurang jika budi daya dilakukan oleh berbagai mesin pertanian, seperti mesin tanam (planter), pengolah tanah (hand tractor), mesin penyiang, dan panen (harvester). 


  1. Ketersediaan Bahan dan Alat

Ketersediaan bahan dan alat sesuai dengan tahapan kegiatan budi daya sangat menentukan keberhasilan budi daya tanaman, termasuk tanaman pangan. Misalnya, benih telah tersedia ketika lahan telah selesai diolah, yang berarti bahwa penanaman telah siap dilaksanakan. Bahan yang dibutuhkan dalam budi daya tanaman antara lain bahan tanam (benih/bibit), pupuk, dan pestisida, sedangkan alat yang dibutuhkan adalah alat pengolah tanah (cangkul, garpu, atau mesin pengolah tanah, mesin tanam, dan mesin panen). 


  1. Menentukan Lahan 

Budi Daya Kegiatan budi daya tanaman pangan dapat dilakukan di lahan sawah, lahan kering atau tegalan. Kadang-kadang dilakukan di lahan sawah di antara dua musim tanam padi sebagai tanaman sela. Pemilihan lahan disesuaikan dengan jenis tanaman pangan yang akan dibudidayakan. Tanaman padi umumnya dibudi-dayakan di lahan sawah, namun dapat juga dibudidayakan di lahan kering yang dikenal dengan padi gogo. Tanaman pangan seperti jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau dibudidayakan di lahan kering atau sebagai tanaman sela di lahan sawah. Tanaman ubi jalar dan singkong umum dibudidayakan di lahan kering atau tegalan.


  1. Ketersediaan Benih/Bibit

Benih merupakan bahan tanam berupa biji, sedangkan bibit adalah bahan tanaman hasil stek atau tanaman yang muda yang tumbuh dari benih. Benih/bibit sudah tersedia dalam banyak varietas sehingga peserta didik dan Guru dapat memilih benih/bibit yang direkomendasikan sesuai dengan kondisi wilayah budidaya.


  1. Pelaksanaan Penanaman Sampai Panen

Inti dari kegiatan budi daya adalah penanaman sampai panen. Penanaman dilakukan pada lahan telah selesai diolah. Penanaman bisa dilakukan jika telah tersedia benih dengan daya tumbuh baik. Jika bibit yang ditanam telah tumbuh maka dilakukan pemupukan, penyiangan, serta pengendalian hama dan penyakit jika diperlukan.


  1. Pascapanen

Kegiatan pascapanen tanaman pangan disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam. Berikut adalah contoh kegiatan pasca-panen:

  1. Memisahkan hasil budi daya dengan bagian-bagian tanaman yang ikut terbawa.

  2. Penjemuran, hasil produksi saat panen biasa memiliki kadar air yang tinggi sehingga perlu dijemur terlebih dahulu agar tidak rusak karena serangan hama dan penyakit.

  3. Pencucian, kadang-kadang hasil budi daya membawa banyak tanah sehingga perlu dicuci terlebih dahulu.

  4. Penyortiran, pengelompokan hasil budi daya berdasarkan nilai ekonominya.


Dalam kegiatan budi daya sangat penting menyediakan bahan dan alat sesuai dengan tahapan budidaya sehingga perencanaan budidaya tidak hanya meliputi tahapan budi daya saja, tapi mencakup juga penyediaan bahan dan alat. Dalam rencana budi daya, perlu menentukan waktu pelaksanaan untuk masing-masing tahapan kegiatan budi daya. Rencana budidaya tanaman pangan dapat dibuat dalam bentuk tabel seperti berikut.



VIDEO PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN
MATERI PERENCANAAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN



 Perhitungan Biaya Budi Daya Tanaman Pangan

Suatu perencanaan dalam usaha, selalu dibutuhkan perencanaan bisnis yang baik agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dengan baik. Dimulai dengan pencarian ide, penentuan jenis usaha, lokasi usaha, kapan memulai usaha, target pasar, sampai strategi pemasarannya. Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah masalah pengelolaan keuangan, termasuk di dalamnya perhitungan dari besaran biaya investasi dan operasional, sampai ketemu harga pokok produksinya, kemudian penentuan besaran margin sehingga bisa ditentukan berapa harga jualnya.

Perhitungan biaya produksi budi daya tanaman pangan pada dasarnya sama dengan perhitungan biaya suatu usaha pada umumnya. Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi, yaitu biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat, dll), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja dan overhead). Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, baik bahan baku utama, bahan tambahan maupun bahan kemasan.

Semua biaya tersebut adalah komponen yang akan menentukan harga pokok produksi suatu produk. Kuantitas produksi sangat memengaruhi harga pokok produksi, semakin besar kuantitasnya maka efesiensi akan semakin bisa ditekan, dan biaya yang dikeluarkan akan makin kecil.

Harga jual produk adalah sejumlah harga yang dibebankan kepada konsumen yang dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar produksi seperti biaya distribusi dan promosi. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk terjadinya produksi usahan, budi daya tanaman pangan. Unsur biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead. Secara umum, biaya overhead dibedakan atas biaya overhead tetap yaitu biaya overhead yang jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksinya berubah dan biaya overhead variabel, yaitu biaya overhead yang jumlahnya berubah secara proporsional sesuai dengan perubahan jumlah produksi. Biaya yang termasuk ke dalam overhead adalah biaya listrik, bahan bakar minyak, dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi. Jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan tersebut menjadi Harga Pokok Produksi (HPP).

Harga Pokok Produksi dihitung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk. Penetapan Harja Jual Produk diawali dengan penetapan HPP/satuan dari setiap produksi yang dilakukan. HPP/unit adalah HPP dibagi dengan hasil produksi. Misalnya, pada satu kali produksi, seluruh biaya yang dikeluarkan adalah Rp5.000.000, dihasilkan 5.000 kg jagung. Maka ,HPP/kg jagung adalah Rp1.000,00

Harga jual ditentukan dengan beberapa pertimbangan, yaitu bahwa harga jual harus sesuai dengan pasar sasaran yang dituju, mempertimbangkan harga jual dari pesaing dan target pencapaian Break Even Point (BEP) serta jumlah keuntungan yang didapatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan wirausaha.

Metode Penetapan Harga Produk secara teori dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, berikut.

1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (Supply Demand Approach)

Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.

2. Pendekatan Biaya (Cost Oriented Approach)

Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.

3. Pendekatan Pasar (market approach)

Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang memengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain

Pemasaran Langsung Budi Daya Tanaman Pangan

perencanaan usaha budi daya usaha, produksi dan aspek perhitungan biaya, aspek pemasa juga perlu mendapatkan perhatian agar tingkat biaya, aspek pemasaran daya tanaman pangan lebih tinggi sehingga keuntungasian saha budi akan lebih besar. Strategi pemasaran yang tepat akan ngan yang diperoleh atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau perpendek sistem hilang akibat panjangnya tata niaga perdagangan bisa dihindari

Proses akhir dari suatu rangkaian perencanaan usaha adalah pemasaran. Seringkali pemasaran dianggap sebagai ujung tombak suatu bisnis, walaupun semestinya semua tahap pada perencanaan bisnis tetap penting

Banyak strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk memasarkan produk Budi daya Tanaman Pangan. Pada tahap awal, pemilihan pemasaran secara langsung disarankan karena masih terbatasnya jangkauan pasar yang ada. Ke depannya, bisa dikembangkan sistem pemasaran lainnya.

Sistem pemasaran langsung, ialah sistem pemasaran tanpa menggunakan perantara. Penjualan langsung juga terbagi menjadi beberapa jenis, misalnya penjualan dengan mempunyai toko sendiri, atau sistem penjajaan langsung pada konsumen. Pemilihan sistem pemasaran yang tepat menjadi salah satu penentu keberhasilan dari penerimaan produk tersebut di tangan konsumen.

Banyak sisi positif dari sistem pemasaran langsung, di santaranya penghematan waktu dan bisa memperkenalkan langsung produk kita kepada konsumen, tidak kebergantungan pada pihak lain, serta waktu yang fleksibel.

Berbicara mengenai pasar, sebaiknya dengan mempertimbangkan jarak antara sentral produksi dengan pasar atau konsumen tujuan. Pertimbangan ini didasarkan pada sifat dari produk budi daya tanaman pangan yang secara umum bukan merupakan komoditas yang tahan lama. Karena sifat inilah, pasar relatif tidak boleh terlalu jauh dengan sentral produksi. Kalaupun terpaksa memperoleh pasar yang jauh, harus diimbangi dengan kelancaran lancar transportasi dan sistem pengemasan yang aman. Dengan demikian, pemilihan sistem pemasaran langsung lebih tepat untuk produk budi daya tanaman pangan.

Salah satu ujung tombak pemasaran adalah promosi. Berbagai media promosi bisa digunakan untuk membantu meningkatkan pemasaran dari produk Budi daya Tanaman Pangan. Media yang bisa digunakan untuk memasarkan produk, tentu disesuaikan dengan kapasitas produksi yang sudah dibuat.

a. Tahap pertama dimulai dengan yang kecil, kenalkan lidah buaya kepada teman teman dekat, teman sekolah, tetangga di sekitar komplek, atau teman bermain. Berilah sedikit tes produk agar mereka bisa mencicipi produk buah buatan Anda supaya mereka tertarik membeli.

b. Bila produk mulai bisa di terima dan banyak penggemar, mulailah merambah pasar baru dengan menitipkannya di warung, di toko, atau di kantin sekolah

c. Manfaatkanlah teknologi internet dan social network seperti facebook dan twiter sebagai sarana penjualan yang lain. Perbanyaklah teman dan follower, untuk memperluas pemasaran. Bisa juga dengan membuat blog gratis atau website yang berbayar dengan relatif terjangkau harganya.

d. Gunakan penjualan yang kreatif yang hanya sedikit orang menjalaninya. Sebagai contoh bisa memanfaatkan munculnya fenomena "pasar kaget" di hampir setiap kota di Indonesia, juga saat ada momen "Car free day", atau pada kesempatan lainnya

Hasil Kegiatan Usaha Budi Daya Tanaman Pangan

Berbagai jenis Budi Daya Tanaman Pangan sudah dijelaskan, baik oleh guru maupun oleh teman-temannya, melalui persentasi tugas yang disampaikan di depan kelas. Diharapkan sudah mendapatkan gambaran yang baik tentang wirausaha produk ini. Setiap kelompok juga sudah mempunyai produk unggulannya, untuk dipilih sebagai produk yang akan dijadikan pilihan usaha budi daya tanaman pangan, yang sudah disepakati bersama. Setelah dipilih produk yang akan dijadikan pilihan wirausahanya, kemudian dibuat perencanaan bisnisnya, sistem pengolahan yang dipilih, serta perhitungan biaya yang dibutuhkan, termasuk penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Jual (HJ).

Persiapan wirausaha adalah hal penting untuk dilakukan agar semua teren- cana dengan baik. Setelah semua sudah disiapkan, jangan pernah ditunda untuk segera dimulai. Hal besar itu dimulai dari hal yang kecil, dan dimulai saat ini. Seorang wirausahan itu seorang yang bisa menangkap peluang dengan cepat, bahkan seonggok rongsokan bisa dirubah menjadi sebongkah emas oleh seorang yang mempunyai jiwa wirausaha. Andakah satu di antaranya?

Seorang karyawan, membangun karirnya dari nol sampai puncak karir, tetapi dia tetap tidak bisa mewariskan posisinya tersebut pada keluarganya. Namun, seorang wirausahawan, walaupun hanya mempunyai warung saja, dia adalah orang hebat karena sudah mampu memberikan warisan yang berharga untuk keluarganya.

Pilihan berwirausaha adalah pilihan cerdas. Saat kamu bekerja di suatu perusahaan/instansi, kamu sedang turut membantu membangun suatu istana. Sayangnya, istana itu bukan milik kamu. Namun, saat kita memutuskan berwirausaha, kita sedang membangun istana milik kita sendiri.



Featured Post

PENGERTIAN, IDE, DAN PELUANG USAHA MAKANAN INTERNASIONAL

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi di dunia. Keadaan in...

Materi Teratas